Menemani cucu sunatan

Menemani cucu sunatan



Di Indonesia, sunat adalah bagian dari tradisi. Masing2 suku punya tradisi sendiri sehingga sunat menjadi sesuatu yang sangat khusus Orang yang berada akan membuat perhelatan/pesta sunat yang mirip dengan pesta pernikahan, seperti yang baru baru ini diselenggarakan oleh salah seorang kerabat kami. Si pengantin sunat dikenakan pakaian pengantin sesuai ukuran tubuhnya, dan duduk di pelaminan yang khusus didatangkan dari kampong yang nun jauh disana. Di masyarakat Betawi ‘sunatan’ bahkan ada waktu yang khusus, yaitu bulan Maulud Nabi atau setelah Lebaran. Tapi dengan perjalanan waktu, akhirnya sekarang waktunya cenderung mengikuti kapan anak liburan sekolah.

Lain di Betawi lain pula di Bugis. Upacara khitanan merupakan salah satu upacara yang disebut Mappaseleng: pengislaman, ayng maksudnya untuk menjadi anak laki laki jadi muslim sejati.

Yang namanya bersunat atau khitan itu adalah sesuatu yang tidak mengenakkan terutama bagi anak anak. Bagaimanapun khan ada bagian badan yang dipotong, walaupun kecil. Membayangkan saja sudah cukup mengganggu perasaan mereka yang mau dikhitan. Sebagian kita juga punya pengalaman yang sama.. bahkan ada yang lari tidak mau disunat padahal semua sudah disiapkan.
Membujuk mereka butuh waktu. Meyakinkan mereka butuh cerita. Membuat mereka nyaman perlu cara tersendiri.Kadang2 tidak mudah memang. Ada cucu kami yang dua hari sebelum disunat sudah mulai menangis, bayangkan…

Bukan itu saja, setelah disunatpun dua hari sebelum kontrol ke dokter untuk dibuka perbannya diapun sudah mulai menangis. Kalau ditanya kenapa menangis kan dibukanya dua hari lagi. “Ngebayangin sakitnya … aduuh sakit sekali… katanya”, sambil terus menangis.

Memberikan pengertian

Sebagai orang Islam, khitan itu jadi wajib hukumnya bagi semua laki laki.
Jadi sepatutnya jauh jauh hari anak telah dipersiapkan untuk menghadapi sunatannya ini.Bisa setahun atau dua tahun sebelumnya hal ini sudah diceritakan dan kemudian diatanyakan bagaimana perasaaanya dan kapan dia perkirakan dia akan siap menjalaninya. Kesiapan ini sangat penting. Siap saja anak akan bermasalah apalagi kalau dilakukan tiba tiba. Anak membutuhkan perasaan “sama dan seragam” dengan banyak orang. Jadi bisa diceritakan bahwa semua lelaki muslim didunia, bisa dengan menggunakan ‘bola dunia’ agar konkrit, disunat! Begitu juga ayah, paman, kakek, abang, ustadz, pak Guru pokoknya semua laki laki harus disunat. Semua mereka itu melakukannya karena sebagai manusia muslim kita harus mengikuti perintah Allah. Maka bila kita bersunat kita akan dapat pahala. Kita juga bisa menjelaskan pada anak atau cucu keuntungan lain dari bersunat, yaitu kita lebih sehat.. Kulit diujung penis itu kalau tidak dipotong maka sisa2 urine/kencing, atau kotoran akan ngendap disitu dan mengundang bakteri, berbahaya bagi kesehatan kita. Dengan bersunat maka ujung kemaluan menjadi bersih dari sisa sisa kencing yang banyak mengandung hal hal yang tidak sehat karena dia hasil buangan tubuh. Itulah mengapa sekarang yang bersunat itu bukan hanya muslim tapi dengan alasan kesehatan banyak sekali orang diluar Islam yang yang juga bersunat.

Membujuk

Membujuk anak anak butuh waktu. Tergantung usia, tingkat kecerdasam dan kepribadian masing masing.Umumnya anak senang kalau dikatakan pemberani. Laki laki harus macho, harus tidak cengeng. Mirip jagoan yang sudah dikenalnya. Kebetulan cucu2 saya senang cerita Kopassus, sampai sampai neneknya pernah membawanya ke markas Kopassus di Cijantung untuk berfoto dengan prajurit yang bertugas dan berfoto di monument Kopassus yang ada disitu.

Nah kita bisa masuk lewat cerita bagaimana kopassus latihan, bagaimana hebatnya pasukan khusus itu.Bisa juga dilihat bagaimana pasukan khusus serupa di Negara Negara lain. Kalau mereka senang bela diri, atau permainan lain yang butuh keberanian, maka itu kita jadikan sebagai pintu masuk untuk mendorong mereka menjadi pemberani, termasuk berani Sunat.

“ooh buat Kopassus, sunat itu keciiil, karena dalam menjalankan tugasnya Kopassus, bisa luka, ketembak dlsbnya“. Kalau kepercayaan dirinya sudah tumbuh, maka akan lebih mulus proses menuju hari H sunat tsb. Tapi lagi lagi kita tidak boleh bohong mengatakan tidak sakit. Kita katakan sakit sedikit hanya waktu disuntik supaya tidak sakit. Setelah itu kita tidak merasa apa2 lagi.

Membujuk yang lain bisa juga dengan memberikan hadiah/reward yang sehat untuk mereka. Misal jalan jalan kepantai dan taman safari atau apapun yang menyenangkan mereka. Kalau mereka senang membaca maka reward buku sangat menggembirakan hati .Anda pasti tahu apa yang paling tepat bagi anak masing masing

Diatas semuanya itu pelajaran agama lewat sunat ini paling penting. Sunat adalah ibadah yang diwajibkan kepada semua laki2 muslim. Sunat/mulai diwajibkan sejak nabi Ibrahim alaihissalam, diusianya sekitar 80 tahun. Kita ceritakan bagaimana pujian Allah kepada nabi Ibrahim. Beliau yang membangun ka’bah. Untuk mengabadikannya tempat berdiri Ibrahim dalam membangun kakbah sampai sekarang dapat kita saksikan ,maqam Ibrahim, suatu bangunan kaca didekat ka’bah yang didalamnya bekas tapak kaki Ibrahim. Dan dianjurkan sholat sunnat disana bila sudah selesai tawaf.


Dengan memberikan pengertian, cerita cerita yang menarik sekitar khitanan insha Allah akan memudahkan mereka menerima nya. Biarpun kemudian menangis. Wajarlah, namanya juga anak anak .

Diatas segalanya, kita telah mencoba mengukir salah satu episode kehidupan mereka yang susah dilupakan. Kenangan ini akan menjadi kebahagiaan tersendiri baik untuk anak itu, orang tuanya dan tentu bagi kakek neneknya.
Merekam dengan poto dan video begitu mudah sekarang. Saking bersemangatnya sikakek menvideokan semua proses khitanan tsb. Ternyata ibu dan neneknya tidak doyan untuk melihatnya.

Mudah2an proses dan persiapan yang kita lakukan dalam menyiapkan mental anak dan cucu kita, Insya Allah akan terekam dalam memory mereka dengan baik. Dan kita tinggal melihat pertumbuhan pisiknya, yang kata banyak orang akan cepat ‘besar’ setelah disunat/dikhitan.

Bekasi, 4 Februsari 2017
Risman Musa
#GrandParenting




Tidak ada komentar :

Posting Komentar